Tuesday, May 10, 2005

INGIN MELANGKAH BERSAMA TUHAN ??...

Sebenarnya bagi yang membaca PDL (Purpose Driven Life) dan sudah sampai pada hari yang ke-39, akan lebih mengerti lagi.

Renungan ini saya dapatkan ketika saya sedang ke-Gereja sama orang tua saya, dan ini sangat memberkati saya dan juga orang tua saya.

Saat itu sebenarnya saya agak malas ke-Gereja, mengingat beberapa hari saya sibuk, kurang tidur dan tidak pulang ke rumah. Saat itu yang saya pikirnkan hanya tidur dan berdoa sendiri di rumah. Tapi memang rencana Tuhan bukan rencana saya, saya berdoa dan Tuhan kasih saya pilihan ‘apakah saya mau mengikuti kemauan daging saya atau Dia??..’.
Jelas sudah ditegor begitu berarti saya memang harus pergi ke-Gereja, maka dari itu pergilah saya ke-Gereja. Heheheheheee....

Yesaya 40:30,31 (ayat utama)
“Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Ketika kita menghadapi badai dalam hidup, apa yang kita rasakan? Gelisah, takut, bingung, mencari-cari jawaban pada orang-orang, dsb... bukan?

Sebagai anak Tuhan yang mengerti Firman Allah, yang tau bahwa ketakutan itu sia-sia masih banyak juga yang mengalami hal ini (bahkan saya).
Masih ingat pesan Tuhan untuk berpegang teguh padaNya dalam iman, kasih dan pengharapanNya?
Yang diletakkan pertama adalah iman, dan dalam Ibrani 11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Berarti Iman adalah kita percaya kita telah menerima apa yang kita harapkan, iman berarti percaya Tuhan tau apa yang kita butuhkan bukan? Dan ...
Lawan kata dari iman adalah ketakutan - tidak percaya - mencari cara lain diluar Kristus-mengandalkan manusia - dan semua itu adalah DOSA (Ibrani 11:6, “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan pada Allah...”)

Sebagai orang Kristen yang percaya pada Yesus Kristus dan percaya bahwa kita ada karena Tuhan mau kita ada; percaya akan tujuan hidup kita seperti yang Ia mau; dan kita sudah ditebus dari dosa kita melalui Kayu Salib.
Apakah kita masih harus takut? Takut memberitakan kebenaran, takut untuk melangkah, takut untuk menerima konsekwensi-nya, takut apakah kita mampu mengerjakan ini atau itu...

Pada Firman Tuhan diatas dalam kitab Yesaya 40:30 dikatakan Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, itu adalah manusia daging kita (mungkin itu untuk orang-orang yang belum mengetahui atau memahami kebenaran).
Tetapi pada ayat 31 digaris bawahi tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan, artinya yang selalu mencari Dia, memiliki hubungan yang intim dengan Dia, yang berpegang teguh akan Firman kebenaranNya, tidak akan pernah lelah dan lesu seumpama burung rajawali.
Lelah dan lesu disini, artinya luas. Bisa juga diartikan ‘menjadi takut’.

Burung rajawali, selalu terbang dari satu gunung ke gunung lain, bahkan bisa dari satu pulau ke pulau lain. Tau kah bahwa sayap burung rajawali hanya dikepakkan beberapa kali saja, sisanya dibentangkan saja seperti layang-layang?.

Info: layang-layang terbang karena ada kekuatan angin, bukan?
Sama halnya dengan burung rajawali, semakin besarnya angin/angin badai semakin dia cepat kecepatan terbangnya dan semakin mudah untuk terbang tinggi.

Tetapi apa yang terjadi jika sayapnya itu ditutup (tidak dikembangkan)? Burung tersebut akan jatuh oleh karena gravitasi bumi bukan?

Dari gambaran kecil di atas, dimaksudkan bahwa kita manusia yang masih terdiri dari daging dan darah masih bisa jatuh jika diterpa badai kehidupan/kesulitan hidup. Tetapi jika kita mampu menghadapi badai tersebut dan tidak lari darinya, kita akan bisa semakin dewasa dalam roh kita. Untuk itu kita butuh ‘keintiman’ dengan Tuhan, yang di dalam FirmanNya dapat memberikan kita kekuatan.

Arti keintiman dengan Tuhan, saya gambarkan sebagai hubungan Ayah dengan anaknya; sebagai pengantin dan mempelainya; sahabat karib; dsb.
Maksud saya, kita terbuka denganNya dalam segala hal, kita sering ngobrol, ada penyembahan, ada penghormatan kepadaNya, kita ngerasain cinta yang rasanya begitu ‘WOW’, dsb (kepanjangan kalo saya beberkan).

Saya diingatkan lagi untuk tidak perlu takut dalam melangkah, dan untuk selalu bersandar kepadaNya.
Berharap artikel saya yang masih kacau balau ini, bisa dimengerti dan bisa memberkati teman-teman yang membacanya.

Thank you
God Bless

1 Comments:

Blogger happy_lalachan said...

titisss.. bagus sekaleee blognya.. tapi kok item tis? spooky ahhh.. pink gitu kan ceria *sebenernya mau membanggakan blog gue sendiri hahaha* rajin2 diupdate ya bu.. biar asik bacanya.. God bless..

5/10/2005 10:13 PM  

Post a Comment

<< Home