My Life... Yeahh..!!!
Beberapa minggu terakhir ini, lebih tepatnya sejak awal bulan Juli, banyak hal terjadi dalam hidup saya.
Banyak terjadi pecahan-pecahan, semuanya di obrak-abrik. Semua yang buruk dan yang tidak berguna dikeluarin, kurang lebih kaya handuk yang diperas biar kering.
Banyak yang Bapa sedang ajarkan pula ke saya, untuk lebih fokus lagi pada panggilan dan tujuan hidup. Melalui tegoran-tegoran, kritikkan, seminar-seminar dan buku-buku yang sepertinya sangat sesuai saat itu untuk saya baca.
Bahkan hingga saat ini, saya belum berhenti diperas. Setiap kali saya di peras, saya dididik, kemudian di peras lagi, dan begitu lagi seterusnya.
Nangis? Sudah kenyang, dan masih akan terus nangis. Sakit? Memang sakit banget, bayangin saja datangnya bukan hanya dari keluarga, tetapi dari orang-orang lain dan keadaan sekitar.
Beberapa waktu Tuhan banyak bicara sama saya, tentang tahap selanjutnya dalam hidup saya. Ada suatu buku yang saya baca, dikatakan jika Tuhan mau memakai kita dalam rencanaNya, Ia akan terlebih dahulu memurnikan kita.
Jadi tidak mungkin Ia memakai kita yang masih kotor, seperti kamar hotel yang jika akan dipakai untuk tamu yang baru, terlebih dulu di bersihkan oleh Cleanning Service.
Ini semua proses bagi anak-anak Tuhan.
Bermimpi? Itu harus, tapi harus tau batasannya (apakah itu kehendakNya) dan fokus hidup kita.
Teman saya ada memiliki jawaban bagus banget, bahwa dari itu semua fokus hidup kita hanya “untuk mengasihi Tuhan Yesus saja”. Maksudnya, apapun yang kita lakukan, lakukan itu semua untuk Tuhan Yesus. Walaupun banyak masalah yang menuntut perhatian dan penyelesaian dari kita, tapi dengan bersandar dan menuruti kehendakNya pasti semua itu akan selesai dengan baik (karena kita pakai caranya Dia).
Ingat, kita semua terlahir sebagai pemenang, kepala bukan ekor. Nothing we can’t do, if we in Him.
Jujur, saya ini tipe pesimis banget, dan saya selalu takut untuk memulai sesuatu kecuali saya pernah melakukannya. Teman saya ini support saya banget, dia kasih bayangan seperti ini, bagaimana negara kita bisa maju jika setiap manusia yang tinggal selalu berpikiran TIDAK BISA???...
Ada sedikit kesaksian yang dia berikan, tentang hidupnya. Dimana dulu dia juga sedikit takut untuk memulai sesuatu, tapi hari demi hari dia di proses untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Hancur? Sudah pasti dia alami, tapi dia sudah melupakan itu semua, karena yang dia ingat sekarang bentuk barunya, yaitu seseorang yang siap dan terus melangkah dengan pasti, tidak ada rasa gentar untuk menjadi pemenang. Dia yakin dia bisa, walau dengan kerja keras sekalipun. Keyakinannya besar dan terlebih lagi iman dan pengharapannya kepada Tuhan Yesus sangat excellent.
Iman dan pengaharapan saya jadi ikut bangkit. Saya ingat, bahwa ketika saya dilahirkan baru dalam Kristus Yesus, hidup saya bukanlah milik saya lagi, melainkan milik Dia yang sudah memperbaharui dan memperlengkapi saya.
Apa yang saya tulis ini, perenungan saya semalaman tidak bisa tidur. Saya tahu jika saya tidak memulai sekarang, tidak tahu kapan lagi saya akan memiliki kesempatan lagi untuk bergerak. Apapun yang Tuhan sedang mulai dalam diri saya, saya percaya itu juga untuk kebaikan saya. Dana jujur saya mulai menyukai setiap proses yang Tuhan kerjakan dalam diri saya.
Saya juga ingin memotivasi temen-temen yang membaca, dengan kesaksian teman saya dan bagaimana cara Tuhan memproses saya.
God Bless You.
Banyak terjadi pecahan-pecahan, semuanya di obrak-abrik. Semua yang buruk dan yang tidak berguna dikeluarin, kurang lebih kaya handuk yang diperas biar kering.
Banyak yang Bapa sedang ajarkan pula ke saya, untuk lebih fokus lagi pada panggilan dan tujuan hidup. Melalui tegoran-tegoran, kritikkan, seminar-seminar dan buku-buku yang sepertinya sangat sesuai saat itu untuk saya baca.
Bahkan hingga saat ini, saya belum berhenti diperas. Setiap kali saya di peras, saya dididik, kemudian di peras lagi, dan begitu lagi seterusnya.
Nangis? Sudah kenyang, dan masih akan terus nangis. Sakit? Memang sakit banget, bayangin saja datangnya bukan hanya dari keluarga, tetapi dari orang-orang lain dan keadaan sekitar.
Beberapa waktu Tuhan banyak bicara sama saya, tentang tahap selanjutnya dalam hidup saya. Ada suatu buku yang saya baca, dikatakan jika Tuhan mau memakai kita dalam rencanaNya, Ia akan terlebih dahulu memurnikan kita.
Jadi tidak mungkin Ia memakai kita yang masih kotor, seperti kamar hotel yang jika akan dipakai untuk tamu yang baru, terlebih dulu di bersihkan oleh Cleanning Service.
Ini semua proses bagi anak-anak Tuhan.
Bermimpi? Itu harus, tapi harus tau batasannya (apakah itu kehendakNya) dan fokus hidup kita.
Teman saya ada memiliki jawaban bagus banget, bahwa dari itu semua fokus hidup kita hanya “untuk mengasihi Tuhan Yesus saja”. Maksudnya, apapun yang kita lakukan, lakukan itu semua untuk Tuhan Yesus. Walaupun banyak masalah yang menuntut perhatian dan penyelesaian dari kita, tapi dengan bersandar dan menuruti kehendakNya pasti semua itu akan selesai dengan baik (karena kita pakai caranya Dia).
Ingat, kita semua terlahir sebagai pemenang, kepala bukan ekor. Nothing we can’t do, if we in Him.
Jujur, saya ini tipe pesimis banget, dan saya selalu takut untuk memulai sesuatu kecuali saya pernah melakukannya. Teman saya ini support saya banget, dia kasih bayangan seperti ini, bagaimana negara kita bisa maju jika setiap manusia yang tinggal selalu berpikiran TIDAK BISA???...
Ada sedikit kesaksian yang dia berikan, tentang hidupnya. Dimana dulu dia juga sedikit takut untuk memulai sesuatu, tapi hari demi hari dia di proses untuk melakukan hal-hal yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya. Hancur? Sudah pasti dia alami, tapi dia sudah melupakan itu semua, karena yang dia ingat sekarang bentuk barunya, yaitu seseorang yang siap dan terus melangkah dengan pasti, tidak ada rasa gentar untuk menjadi pemenang. Dia yakin dia bisa, walau dengan kerja keras sekalipun. Keyakinannya besar dan terlebih lagi iman dan pengharapannya kepada Tuhan Yesus sangat excellent.
Iman dan pengaharapan saya jadi ikut bangkit. Saya ingat, bahwa ketika saya dilahirkan baru dalam Kristus Yesus, hidup saya bukanlah milik saya lagi, melainkan milik Dia yang sudah memperbaharui dan memperlengkapi saya.
Apa yang saya tulis ini, perenungan saya semalaman tidak bisa tidur. Saya tahu jika saya tidak memulai sekarang, tidak tahu kapan lagi saya akan memiliki kesempatan lagi untuk bergerak. Apapun yang Tuhan sedang mulai dalam diri saya, saya percaya itu juga untuk kebaikan saya. Dana jujur saya mulai menyukai setiap proses yang Tuhan kerjakan dalam diri saya.
Saya juga ingin memotivasi temen-temen yang membaca, dengan kesaksian teman saya dan bagaimana cara Tuhan memproses saya.
God Bless You.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home